Jumat, 11 Maret 2011

Menembus Setiap Batasan

Posting kali ini saya ingin membahas salah satu hal yang menjadi perenungan saya beberapa hari terakhir ini. Menembus stiap batasan.. Ya ini adalah judul yang saya pilih sebagai reperesentatif dari topik yang akan saya bahas. Batasan yang saya maksudkan dalam artikel ini adalah batasan yang sering orang bilang sebagai sebuah takdir hidup yang telah digariskan, bisa juga batasan yang dilatarbelakangi oleh faktor fisik, keluarga, ekonomi, pengalaman hidup, dan faktor-faktor lain yang dibuat manusia untuk membatasi dirinya, sesamanya dan dianggap sebagai hal yang mesti diterima. Sehingga secara tidak langsung orang-orang telah memberikan sebuah batasan pada dirinya sendiri dan hanya berani bermimpi mencapai hal-hal yang kecil saja.

Tuhan menciptakan manusia dengan cara yang sama. Diberikan hak dan kewajiban yang sama, dan memiliki kodrat atau nilai sama dihadapanNya. Mungkin kita diciptakan dengan bentuk fisik, talenta dan lahir dari keluarga berstatus sosial yang berbeda, tapi bagaimanapun juga smua manusia memiliki nilai yang sama dan kesempatan yang sama untuk menggapai sgala yang diimpikannya.

Impian diawali oleh sebuah visi. Sederhananya, visi adalah bayangan akan suatu kejadian atau pengalaman yang kamu inginkan yang saat ini masih belum terjadi dalam dunia nyata. Setiap orang berhak memiliki visi setinggi, sehebat, seindah, seabsurd apapun. Tidak peduli seberapa menyedihkan kondisi fisikmu, intelektualitasmu maupun status sosialmu saat ini, kamu tetap berhak memiliki VISI YANG BESAR bahwa suatu saat nanti kamu akan berhasil mendapatkan apa yang kamu inginkan dalam hidupmu.

Tidak ada satupun orang yang berhak membatasi visi yang ingin kamu capai dalam hidupmu. Ketika tidak ada lagi hal yang kita harapkan untuk membantu kita menggapai impian hidup maka visilah yang menjadi satu-satunya pegangan untuk menggapai impian tersebut. Oleh sebabnya peliharalah visi itu. Yakinkan dirimu bahwa tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Beranilah memiliki visi untuk menggapai impian yang besar. Buktikan bahwa kamu dapat menembus batasan itu dan tidak pernah mempedulikannya. Visi adalah bagian dari hidupmu dan hidupmu hanya ditentukan oleh Sang Pencipta dan dirimu sendiri.

Tidak perlu syarat apapun agar diperbolehkan memiliki sebuah visi, tapi untuk membuatnya menjadi kenyataan, kamu membutuhkan sederetan langkah dan milestones untuk ditempuh. Kerana bagaimanapun Visi ditambah Visi ditambah Visi ditambah Visi dan seterusnya hingga Visi Pangkat Tujuh Ratus Tigapuluh Dua pun tidak akan menghasilkan apa-apa selain otak jago ngayal.

Jadi ketika visi itu sudah ada, jangan pernah merasa puas. Visi hanya tetap menjadi visi jika tidak dibarengi dengan AKSI untuk menggapai visi tersebut. Aksi adalah kombinasi komitmen, perencanaan dan strategi yang harus kamu lakukan supaya visimu bukan sekedar masturbasi yang indah saja. Kamu harus bisa menerjemahkan visi besarmu ke dalam bagian-bagian kecil praktis yang bisa kamu lakukan setiap harinya.

Kamu bisa meraih visi kehidupan kamu inginkan, tapi perjalanan ke sana harus dimulai dengan Aksi yang nyata. Kebanyakan dari kita hanya suka mengumpulkan motivasi dan pengetahuan saja, lalu ketika tiba waktunya untuk turun ke lapangan, kita mendadak malas dan memilih hanya melakukannya dalam pikiran saja sehingga hal itu tidak menghasilkan apa yang diangan-angankan.

Berusahalah mewujudkan visi-visimu melalui aksi demi aksi yang gigih dan pantang untuk menyerah. Milikilah mainset yang tepat untuk mencapai visi itu, maksimalkan apa yang ada padamu, manfaatkanlah waktu yang ada, berjuanglah dengan kesungguhan hati, dan yang terpenting adalah pantaskanlah dirimu di hadapan Tuhan melalui sikap hidupmu sehingga kamu layak menerima segala karuniaNya dan terus mintalah kepadaNya apa yang kami inginkan karena hanya Dialah yang empunya segala-galanya di dunia ini.

Dan akhirnya jangan tunggu lagi untuk mulai aksi menuju impianmu. Lakukanlah saat ini juga. Apapun keinginan dan pilihanmu, lakukan sekarang juga, demi masa depanmu.




0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © Naza's Inspiration Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger